hak cipta@2012 BLOG PECINTA DUNIA DOWNLOAD. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Share It

Rabu, 04 September 2013

cara menghitung nilai resistor

Cara Menghitung Nilai Resistor - Berikut ini adalah info mengenai Cara Menghitung Nilai Resistor akan diulas oleh dunia elektro.

Menghitung nilai resistansi pada resistor merupakan hal yang penting saat kita mempelajari bidang elektro atau elektronika, maka kali ini saya akan membagi sedikit ilmu tentang gelang warna pada resistor dan bagaimana cara menghitung nilai resistansinya.

Kode Warna Resistor

Resistor yang menggunakan kode warna ada 3 macam, yaitu:
1. Resistor dengan 4 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi.
2. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi
3. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi dan 1 pita warna untuk reliabilitas
Sedangkan ukuran resistor bermacam macam sesuai dengan ukuran daya resistor itu. Dipasaran terdapat beberapa ukuran daya seperti ditunjukkan pada Gambar 1, Gambar 2 untuk komposisi karbon dan Gambar 3, Gambar 4 untuk metal film
Kode warna resistor dapat disederhanakan seperti pada Gambar di bawah ini.
resistor4.jpg
GGb. Tabel warna pada resistor

Cara menggunakan tabel pada Gambar diatas adalah sebagai berikut:
  1. Kolom colour menunjukkan warna pita pita pada resistor. Supaya mudah dihafal maka dapat diringkas menjadi hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em-per-no, yaitu kempanjangan dari hitam-coklat-merah-jingga(oranye)-kuning-hijau-biru-ungu-abu abu-putih-emas-perak-no warna.
  2. Kolom band a, band b, band c, adalah pita resistor yang menunjukkan angka resistansi.
  3. Kolom band d adalah pita resistor yang menunjukkan nilai resistansi namun dikalikan dengan nilai pada band a, band b, band c.
  4. Kolom band d adalah pita resistor yang menunjukkan nilai toleransi.
  5. Kolom band e adalah pita resistor yang menunjukkan nilai reliabilitas.
  6. Untuk membedakan resistor dengan 5 pita dengan pita terakhir adalah toleransi dan 5 pita dengan pita terakhir adalah reliabilitas adalah dengan melihat jarak pita terakhir. Jika jaraknya lebar maka pita kelima adalah reliabilitas dan jika jaraknya sama dengan pita pita yang lain maka pita kelima adalah toleransi.
  7. Pita pertama suatu resistor adalah yang paling dekat dengan ujung resistor

Contoh : 
1. Berapa nilai resistor di bawah ini?
resistor5.JPG
Jawab
Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak terpisah.
Pita pertama kuning: (hi-co-me-ji-ku) => 4
Pita kedua abu abu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a) => 8
Pita ketiga ungu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u) => 7
Pita keempat merah: (hi-co-me) => x 100
Pita kelima emas: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em) => toleransi + 5 %
(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 48700 ohm atau 48K7 dengan toleransi + 5 %

2. Berapa nilai resistor di bawah ini?


Jawab
Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak terpisah.
Pita pertama coklat: (hi-co) => 1
Pita kedua putih: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p) => 9
Pita ketiga kuning: (hi-co-me-ji-ku) => 4
Pita keempat coklat: (hi-co) => x 10
Pita kelima coklat: (hi-co) => toleransi + 1 %
(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 1940 ohm atau 19K4 dengan toleransi + 1 %

Minggu, 01 September 2013

Macam-Macam Komponen Listrik

Macam-Macam Komponen Listrik - Berikut ini adalah artikel mengenai Macam-macam komponen listrik yang akan diulas lebih lanjut di dunia elektro



1. Kapasitor (Kondensator)

      Kapasitor atau kondensator yang ada pada rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu komponen yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Gb. Jenis-jenis kapasitor

ada bebrapa jenis kapasitor :
 a. Kapasitor elektrolit
 b. Kapasitor tantalum
 c. Kapasitor polister film
 d. Kapasitor poliproyene
 e. Kapasitor kertas
 f. Kapasitor mika
 g. Kapasitor keramik
 h. Kapasitor Epoxy 
 i.  Kapasitor variable

Kapasitor ini ditemukan ditemukan oleh ilmuan yang bernama Michael Faraday (1791-1867). satuan dari kapasitor disebut Farad (F)


2. Resistor
      Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. kemampian resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut. Resisitor yang paling banyak beredar dalam pasaran adalah resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal film. resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita-pita warna yang melingkar dibadan resistor. pita-pita warna tersebut biasa dikenal sebagai kode resistor.


Gb. Resistor

Fungsi dari Resistor adalah :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.



3. Induktor
      Induktor adalah komponen yang tersusun dari lilitan kawat. Induktor termasuk juga komponen yang dapat menyimpan muatan listrik. Bersama kapasitor induktor dapat berfungsi sebagai rangkaian resonator yang dapat beresonansi pada frekuensi tertentu.


Gb. Induktor
Fungsi Induktor:
  1. Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet
  2. Menahan arus bolak-balik/ac
  3. Meneruskan/meloloskan arus searah/dc
  4. Sebagai penapis (filter)
  5. Sebagai penalaan (tuning)
Kumparan/coil ada yang memiliki inti udara, inti besi, atau inti ferit.
Nilai/harga dari inductor disebut sebagai induktansi dengan satuan dasar henry.
Simbol Induktor :




Jenis induktor :
  1. Fixed coil, yaitu inductor yang memiliki harga yang sudah pasti. Biasanya dinyatakan dalam kode warna seperti yang diterapkan pada resistor. Harganya dinyatakan dalam satuan mikrohenry (μH).
  2. Variable coil, yaitu inductor yang harganya dapat diubah-ubah atau disetel. Contohnya adalah coil yang digunakan dalam radio.
  3. Choke coil (kumparan redam), yaitu coil yang digunakan dalam teknik sinyal frekuensi tinggi.

 4. Dioda
      Dioda adalah semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik.

Simbol dioda :

















Fungsi Dioda :
  1. Penyearah, contoh : dioda bridge
  2. Penstabil tegangan (voltage regulator), yaitu dioda zener
  3. Pengaman /sekering
  4. Sebagai rangkaian clipper, yaitu untuk memangkas/membuang level sinyal yang ada di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
  5. Sebagai rangkaian clamper, yaitu untuk menambahkan komponen dc kepada suatu sinyal ac
  6. Pengganda tegangan.
  7. Sebagai indikator, yaitu LED (light emiting diode)
  8. Sebagai sensor panas, contoh aplikasi pada rangkaian power amplifier
  9. Sebagai sensor cahaya, yaitu dioda photo
  10. Sebagai rangkaian VCO (voltage controlled oscilator), yaitu dioda varactor
Jenis Dioda :
  1. Dioda standar
  2. LED (light emiting diode)
  3. Dioda Zener
  4. Dioda photo
  5. Dioda varactor

5. Transformator
      Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.


Gb. Transformator




Gb. Lambang transformator %                                               Gb. Bagian bagian transformator



Prinsip Kerja Transformator
       Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).
Categories:

Related Post:

Sabtu, 31 Agustus 2013

Skema Power Supply Untuk Amplifier

Rangkaian berikut merupakan rangkaian power supply / catu daya yang terdiri dari 3 output simetris. Dengan 3 keluaran tersebut dapat membagi sumber listrik ke bagian rangkaian dalam sebuah audio amplifier. Output utama misalnya +V1=+65V dan -V1=-65V (Sesuaikan dengan kebutuhan) dapat digunakan untuk memberi catu tegangan pada bagian akhir sebuah amplifier yaitu Power Amplifier (PA), sedangkan keluaran dengan tegangan misalnya +V2=+12V dan -V2=-12V dapat digunakan untuk bagian tone control-nya atau ke bagian lain yang membutuhkan sumber tegangan 12 V

Menggunakan sebuah relay RL 1 dimaksudkan sebagai protektor untuk melindungi loudspeaker dari tegangan DC yang mungkin terjadi akibat adanya kerusakan pada power amplifier, dan juga berfungsi sebagai Soft Start untuk menghilangkan suara "DUG" saat amplifier dinyalakan. Untuk input sensor relay dapat anda gunakan seperti Rangkaian Loudspeaker Protector Soft Start.

Berikut gambar Skema Power Supply untuk Amplifier : (klik gambar untuk memperjelas !!)


Daftar Komponen :
  • C1 - C44=10000uF 100V
  • C5-8=2200uF 25V
  • C6-9=100nF 100V
  • C7-10=47uF 25V
  • C11....14=2200uF 100V
  • C15=33nF 630V
  • BR1=Bridge 250V 25A
  • BR2=Bridge 250V 3A
  • BR3=Bridge 250V 3A
  • F1=Fuse 2A slow
  • S1= 2X2 switch 250V/10A
  • IC1=7812
  • IC2=7912
  • T1= Travo CT
 

Blogger news

Blogroll

About